Isu Buruk Mengenai Air Zam Zam

, , Comments Off on Isu Buruk Mengenai Air Zam Zam

jual air zam zam online
Cukup banyak isu buruk yang menimpa mata air istimewa zam zam akibat ulah pihak yang tidak bertanggung jawab. Tidak hanya isu fitnah yang menimpa toko jual air zam zam bahwa air yang dijualnya adalah palsu, bahkan pernah terjadi isu buruk mengenai sumur air zam zam yang berada di Masjidil Haram itu sendiri.

Jauh sebelum Indonesia merdeka, pada tahun 1883 Konsulat Inggris yang berkedudukan di Jeddah pernah mengimbau untuk tidak mengkonsumsi air zam zam lagi, mengapa demikian? Ia menyebutkan bahwa air zam zam banyak mengandung kuman yang berbahaya dan menyebabkan berbagai penyakit. Namun, hal itu terbukti tidak benar setelah Khalifah Utsmaniyah Abdul Hamid II mengutus seorang ahli kimia untuk meneliti kandungan dalam air zam zam.

Pada tahun 2010, Food Standard Agency (FSA) Inggris mengeluarkan pernyataan bahwa air zam zam mengandung racun yaitu nitrat dan arsen yang tinggi. Oleh karena itu Inggris sendiri mengimbau untuk memberhentikan konsumsi air zam zam, namun penelitian mengenai hal ini tidak memberikan bukti yang kuat karena pihak FSA sendiri tidak memberikan transparansi hasil penelitian kandungannya. Sampai dampaknya kena ke toko online yang jual air zam zam turun omzetnya karena kabar tak sedap ini, dan begitu pula pusat grosir air zam zam jadi sepi.

Pada tahun 2011, BBC yang merupakan media terkenal di Inggris tepatnya pada 5 Mei 2011 menyatakan bahwa air zam zam yang dijual di Inggris telah terkontaminasi zat kimia berbahaya, hal itu terdengar oleh pemerintah Arab Saudi sehingga Saudi Zuhair selaku kepala Saudi Geological Survey (SGS) menyangkal tuduhan tersebut dan berani menjamin dan bertanggung jawab bahwa air zam zam yag di jual di Inggris tidak terkontaminasi zat kimia berbahaya.

Beberapa isu miring tersebut menjadi kontroversi pada masanya, padahal sudah jelas Rasulullah SAW bersabda dalam HR. Thabrani dan Ibnu Hibban: “Sebaik-baiknya air di dunia ini adalah air zam zam, karena air tersebut dapat mengenyangkan dan menyembuhkan” yang kemudian dibuktikan oleh beberapa ilmuwan terkemuka di dunia salah satunya adalah ilmuwan dari Jepang Dr. Masaru Emoto.